
BILD SURABAYA-Pada Hari Minggu, 16 Oktober 2011 pukul 08:04:22WIB Pemerintah Propinsi mengadakan Pawai Budaya Jawa Taimur
Bpk Gunarto Kabiro Humas dan Protokoler Pemprov Jawa Timur mengatakan Pemerintah Provinsi JATIM telah mengundang sekitar 15 Duta Besar negara sahabat dalam rangkaian HUT Provinsi Jatim ke-66, tapi yang terkonfirmasi hadir ada 9 Duta Besar negara sahabat menghadiri atraksi pawai budaya dan seni memperingati HUT Provinsi Jatim ke-66. Mereka diantaranya adalah Dubes dari Tunisia, Turki, Republik Ceko, Lebanon, dan Norwegia

Rombongan dubes tersebut sebelumnya telah diajak menuju ke ruang pamer Dinas Koperasi dan UKM di Jl. Raya Juanda. Mereka melihat produk-produk unggulan UKM Jatim di ruang pamer Dinas Koperasi dan UKM kemudian rombongan diajak ke kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jatim Jl. Kedung Doro, Surabaya. Mereka juga akan dipertunjukkan karya-karya kerajinan unggulan Jawa Timur dan setelah dibawa tur melihat hasil kerajinan dan produk unggulan UKM Jatim, rombongan Dubes negara sahabat juga diajak ke Grand City menyaksikan Jatim Fair 2011 dan diajak ke Gedung Negara Grahadi melihat atraksi pawai seni dan budaya.
Sementara itu, kegiatan pawai ini juga dimemeriahkan enam provinsi di indonesia, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali.
Kepala Bidang Budaya Seni dan Film (BSF) Disbudpar Jatim, Drs Bagus mengatakan, arak-arakan pawai ini menampilkan seni budaya setiap daerah di seluruh Jatim, di antaranya Matraman, Majapahit, dan Budaya Arek. “Ragam kebudayaan dan seni inilah yang nantinya bisa mempromosikan Jatim agar semakin dikenal,” katanya.
Menurut Bagus, teknis pelaksanaannya, start dilakukan di depan Kantor Gubernur Jl Pahlawan Surabaya lewat keramat gantung, gemblongan, dan finis di Gedung Negara Grahadi Jl Gubernur Suryo dengan jarak tempuh mencapai 2,5 km dan pekiraan waktu tempuh 45-50 menit. Untuk pengamanan, petugas Pol PP Jatim, telah berkoordinas dengan DLLAJ Kota Surabaya, Polda, dan Polrestabes. Karena rute yang akan dilalui adalah jalur utama atau pusat kota, maka perlu pengawasan dan pengamanan serius, sehingga arus lalu lintas bisa tetap lancer,kalau tahun lalu hanya diikuti 27 Kabupaten/ Kota, tahun ini meningkat menjadi 31. Belum lagi ditambah peserta dari provinsi sahabat yang tergabung dalam Mitra Praja Utama (MPU).

Tahun ini pawai budaya tidak dikemas seperti karnaval (hanya berjalan menelusuri jalanan kota). Tetapi lebih ke segi pertunjukan setiap daerah menampilkan keunikan dan keunggulannya, sehingga mampu menarik minat wisatawan. Karena itu kita undang duta besar, ini untuk promosi kita, pak Gubernur ingin masyarakat atau wisatawan tahu, jika Jatim punya kebudayaan yang unik dan menarik. Itu bisa dilihat jika kita menampilkan pertunjukan,
Perwakilan Provinsi BALI di gemari oleh para Manca Negara karena penampilannya sanggat bagus dan professional.(Ronny)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar