Sabtu, 12 November 2011

PRODUKSI GULA JATIM CAPAI 1 JUTA TON


 

       BILD SURABAYA-Pada hari Senin, 7 Nopember 2011 pukul 10 WIB Kepala Dinas Perkebunan Jatim, Ir Moch Samsul Arifien MMA saat dikonfrimasi mengatakan, untuk produksi 2011 ia menargetkan mampu mencapai 1.250.000 ton. Artinya, jumlah produksi tahun ini dapat dipastikan meningkat dibanding dengan produksi 2010 yang hanya 1.014.000 ton.

        Peningkatan itu juga tak lepas dari persentase rendemen (perbandingan kadar gula terhadap berat tebu giling) yang cukup tinggi. Untuk rendemen rata-rata di seluruh pabrik gula (PG) Jatim telah mencapai 7,38 persen. Kendati rendemen cukup tinggi, namun juga kerap terjadinya persoalan perbedaan rendemen tebu di tiap PG yang sering mengakibatkan kerugian bagi petani tebu.

        Hingga bulan Oktober, produksi gula Jawa Timur telah mencapai 1.000.769 ton. Itu diperoleh dari tebu giling sebanyak 13.563.384 ton dari areal tanam tebu seluas 181.303 hektar. Jumlah produksi gula itu diperkirakan terus meningkat hingga akhir tahun, karena kini produksi belum selesai dan masih terus berlangsung.

         Hasil rata-rata rendemen Jatim itu sudah memenuhi target taksasi (perkiraan) yang disusun pada Maret. Jatim yang mengalami kemarau dan curah hujan yang sangat minim diprediksi bisa membuat tebu lebih cepat masak, sehingga rendemen pun bisa lebih tinggi dengan taksasi rendemen 7,18 persen.

      Dari hasil taksasi itu tiap PTPN atau PT Gula di Jatim tahun ini pun berbeda. Lebih rinci yaitu untuk PTPN X rendemen ditargetkan mencapai 8,1 persen dengan produksi tebu 6,1 juta ton. PTPN XI mencapai 7,1 persen dengan hasil produksi tebu 5,7 juta ton. PT RNI ditargetkan 6,58 persen dengan hasil produksi tebu 2,7 juta ton. PT Candi Baru sebesar 6,6 persen dengan hasil produksi tebu 450 ribu ton dan PT Kebon Agung sebesar 7,6 persen dengan hasil produksi tebu 1,3 juta ton.

 Samsul mengatakan masih rendahnya rendemen tebu petani di beberapa PG di Jatim itu tak hanya terjadi di Jatim saja, namun di seluruh daerah baik di Jawa atau luar Jawa. Rendahnya rendemen tebu petani memengaruhi kualitas gula yang diproduksi, yang juga akan berpengaruh pada harga beli tebu petani oleh pabrik. Sehingga itu berdampak pula pada keuntungan petani.  Kami akan selalu mengawasi,memberikan bimbingan kepada para petani tebu supaya hasilnya lebih baik. (Ronny)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar