Sabtu, 12 November 2011

PENGUSAHA MEBEL & ASMINDO JATIM DUKUNG KEBIJAKAN PENGHENTIAN EKSPOR ROTAN




         BILD SURABAYA-Pada hari Selasa, 1 Nopember 2011 pukul 9 WIB  Kementerian Perdagangan (KEMENDAG) memastikan di bulan Desember nanti Peraturan Menteri Perdagangan (PERMENDAG) mengenai penghentian ekspor rotan mentah akan berlaku efektif.

        Pada hari minggu 30 October 2011 Menteri Perdagangan Gita Wiryawan diJakarta mengatakan Berdasarkan rekomendasi dari Kemenperin, Kehutanan dan Gubernur di daerah, bahwa kita harus dapat keyakinan bahwa penyerapan rotan harus terjadi di dalam negeri. Ekspor rotan, juga melanggar dari segi kelestarian dan juga secara ilegal dikeluarkan dari Indonesia, itu alasan pertama. Yang kedua, Permendag ini akan dikeluarkan dalam waktu dekat, tapi efektivitasnya Desember

      Gita mengatakan  Permendag mengenai penghentian ekspor rotan ini, berdasarkan rekomendasi dengan kementerian terkait akan membuat kesempatan bagi industri rotan dalam negeri untuk meningkatkan daya saing. Ada potensi kebangkitan industri rotan dalam negeri sehingga pasok rotan dari Indonesia tidak boleh keluar karena kalau keluar dari Indonesia ini bisa jadi peluru negara lain untuk bisa lebih kompetitif, makannya industri dalam negeri harus bisa memperkuat diri.

      Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim Budi Setiawan menuturkan kebutuhan industri pengolahan rotan dalam negeri terhadap bahan baku rotan masih cukup besar. Dari 120.000 ton bahan baku rotan yang dibutuhkan secara nasional, khusus di Jatim kebutuhannya sebesar 80.000 ton per tahun. Saat ini,kebutuhan rotan yang bisa dipenuhi hanya sebesar 30.000 ton.

       Executive Secretary Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO) JATIM Bpk Chilman Suadi mengatakan dengan adanya kebijakan ini, industri mebel dan kerajinan lokal akan mendapatkan kembali pasokan bahan baku yang layak. Saat ini pasokan bahan baku yang bisa kami beli dari produsen rotan lokal hanya mencakup  kisaran 30% dari total kebutuhan kami.

        Pelaku industri mebel dan kerajinan di Jawa Timur menyambut baik kesepakatan pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan untuk menghentikan ekspor rotan yang akan terbit pada November 2011.

       Bpk Chilman berharap dengan membaiknya pasokan bahan baku rotan, maka produksi mebel dan kerajinan Jatim juga turut meningkat. Namun dia belum bisa memprediksi jumlah peningkatan yang mungkin terjadi. Masih menunggu aksi dari para produsen rotannya, itu pun pengaruhnya tidak seketika terasa.

       Chilman juga tidak bisa menyebutkan kapasitas produksi anggota karena bersifat “by order”. para pengusaha mebel di Jatim tidak bisa berbuat banyak terkait kebijakan pemerintah, hanya dia berharap pemerintah juga turut memperhatikan pertumbuhan industri mebel dan kerajinan rotan local. Kami, para pengusaha mebel di Jatim, berusaha terus berproduksi dalam kondisi apapun. Ada bahan baku, ya kami kerjakan, tidak ada ya kami tunggu sampai ada. (Ronny)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar